DENPASAR – BUMDesa Pemecutan Kaja Mandiri kembali menunjukkan taringnya sebagai motor ekonomi desa. Dalam Musyawarah Desa (Musdes) yang digelar pada Kamis (30/1/2026), Direktur BUMDesa, I Made Angga Saputra, resmi memaparkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Tahun Buku 2025 dengan angka-angka yang sangat impresif.
Acara yang dimulai pukul 10.00 WITA ini dihadiri oleh 75 peserta yang antusias menyimak perkembangan bisnis milik desa tersebut.
Angka Cantik: Omset Tembus Rp6 Miliar!
Dalam laporannya, Made Angga mengungkapkan bahwa tahun 2025 menjadi tahun “panen raya” bagi BUMDesa. Tidak tanggung-tanggung, total omset yang diraih menyentuh angka Rp6.368.212.912.
Peningkatan ini terlihat jelas dari aktivitas transaksi yang makin sibuk, yakni mencapai 27.071 transaksi dalam setahun. Hasilnya? Laba usaha sukses nangkring di angka Rp311.714.664, alias tumbuh pesat 28% dibandingkan tahun 2024. Prestasi ini pun berdampak langsung ke kas desa, di mana Pendapatan Asli Desa (PAD) yang disetorkan mencapai Rp109.100.132, yang juga naik signifikan sebesar 28%.
Gak Cuma Cari Cuan, Tapi Juga Berjiwa Sosial
BUMDesa Pemecutan Kaja Mandiri terbukti bukan sekadar badan usaha yang mengejar profit semata. Perbekel Desa Pemecutan Kaja, Anak Agung Ngurah Arwatha, memberikan apresiasi setinggi langit atas peran BUMDesa saat bencana banjir melanda Denpasar pada 10 September 2025 lalu.
“Saat banjir kemarin, BUMDes sangat berperan penting melalui penyaluran dana CSR. Mereka gerak cepat membantu sembako hingga seragam dan alat tulis bagi anak-anak yang menjadi korban banjir. Ini bukti BUMDes hadir untuk warga,”
Anak Agung Ngurah Arwatha – Perbekel Desa Pemecutan Kaja
BUMDES Andalan di Denpasar Utara
Pujian juga datang dari pihak Kecamatan Denpasar Utara. Ibu Yuni, yang hadir mewakili Camat, menyebutkan bahwa BUMDesa ini selangkah lebih maju dalam urusan digitalisasi pengadaan barang dan jasa.
Selama dua tahun terakhir, BUMDesa Pemecutan Kaja Mandiri telah menjadi mitra pengadaan resmi kami melalui platform Innaproc. “Banyak perusahaan atau penyedia lain yang masih kesulitan masuk ke sistem Innaproc, tapi BUMDes di bawah yang dipimpin oleh Pak Direktur ini sudah berhasil. Perkembangannya sangat pesat,” kata Ibu Yuni.
Penutup yang Manis: Serah Terima PAD
Suasana Musdes mencapai puncaknya saat sesi penutupan. Sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab, dilakukan penyerahan berkas laporan pertanggungjawaban secara resmi.
Momen yang paling ditunggu adalah penyerahan Dana PAD secara simbolis dari pihak BUMDesa kepada Perbekel Desa Pemecutan Kaja. Prosesi ini disaksikan langsung oleh perwakilan Dinas PMD, Camat Denpasar Utara, serta jajaran BPD Desa Pemecutan Kaja. Penyerahan ini menjadi bukti nyata kontribusi BUMDesa dalam membangun desa dari hasil usaha mandiri.
Dengan pencapaian yang serba meningkat ini, Musdes ditutup dengan optimisme tinggi bahwa tahun 2026 BUMDesa Pemecutan Kaja Mandiri akan semakin kokoh dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

